Senin, 20 April 2015

[029] Al Ankabuut Ayat 013

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 13

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
««•»»
walayahmilunna atsqaalahum wa-atsqaalan ma'a atsqaalihim walayus-alunna yawma alqiyaamati 'ammaa kaanuu yaftaruuna
««•»»
Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban- beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.
««•»»
But surely they will carry their own burdens and other burdens along with their own burdens, and they will surely be questioned on the Day of Resurrection concerning that which they used to fabricate.
««•»»

Terhadap ajakan dan bujukan orang-orang kafir itu Allah menegaskan pula bahwa tidak ada gunanya bagi diri mereka sendiri rayuan-rayuan tersebut. Bujukan tersebut diuraikan Allah dalam usaha-usaha mengajak orang lain kepada kekafiran dan kesesatan itu harus mereka tanggung dosanya dan orang yang melakukan karena bujukannya. Namun orang yang melakukannya sendiri tidak akan berkurang dosanya sekalipun pengajaknya dahulu dilipat gandakan siksaannya.

Pada ayat ini ditegaskan pula sebagai berikut:
ليحملوا أوزارهم كاملة يوم القيامة ومن أوزار الذين يضلونهم بغير علم ألا ساء ما يزرون
(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan) Ingatlah, amat buruklah dosa) yang mereka pikul itu.
(QS. An Nahl [16]:25)

Dalam sebuah hadis Sahih dijelaskan lagi:
من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من اتبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا, ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من اتبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا.
Siapa yang mengajak seseorang kepada petunjuk (Tuhan) ia akan memperoleh pahala sebanyak yang diperoleh oleh orang yang mengamalkan petunjuk itu tanpa dikurangi sedikitpun pahalanya (sampai Kiamat) dan siapa yang mendorong seseorang kepada kesesatan baginya dosa sebanyak dosa orang yang mengikuti kesesatan itu (sampai Hari Kiamat) tanpa dikurangi sedikitpun dosanya.
(Lihat Al Maragi Jilid VII Juz XXII, halaman 122)

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa di hari kemudian kelak mereka akan dimintai pertanggungan jawabnya tentang kebohongan yang mereka perbuat di dunia. Kepadanya ditanyakan pertanyaan-pertanyaan yang menghina dan mengejek tentang orang-orang yang telah mereka tipu dengan kebohongannya, sehingga ia menjadi sesat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka) dosa-dosa mereka (dan beban-beban dosa yang lain di samping beban-beban dasa mereka sendiri) disebabkan perkataan mereka kepada orang-orang yang beriman, sebagaimana yang diungkapkan oleh firman-Nya tadi, yaitu, "Ikutilah jalan kami", dan juga disebabkan penyesatan yang mereka lakukan kepada orang-orang yang mengikuti mereka (dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa-apa yang selalu mereka ada-adakan) yakni kedustaan mereka terhadap Allah. Pertanyaan ini menunjukkan nada celaan, dan huruf Lam yang terdapat pada kedua Fi`il tadi menunjukkan makna Qasam, sedangkan Fa`il masing-masing yaitu berupa Wau Dhamir Jamak dibuang, dan demikian pula huruf Nun alamat Rafa`nya.
««•»»
And they shall certainly bear their [own] burdens, their sins, and other burdens along with their [own] burdens, [as punishment] for saying to believers: Follow our path [previous verse] and for their leading astray those who follow them [blindly]; and on the Day of Resurrection they shall surely be questioned concerning what they used to invent, [what] they used to fabricate of lies against God, a questioning of rebuke (the lām in both verbs [la-yahmilunna and la-yus’alunna] is for oaths; in both [verbs] the [plural] indicators of the subject, wāw and nūn [-ūna], have been omitted).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:13

[029] Al Ankabuut Ayat 012

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 12

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ وَمَا هُمْ بِحَامِلِينَ مِنْ خَطَايَاهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
««•»»
waqaala alladziina kafaruu lilladziina aamanuu ittabi'uu sabiilanaa walnahmil khathaayaakum wamaa hum bihaamiliina min khathaayaahum min syay-in innahum lakaadzibuuna
««•»»
Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: "Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu", dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta.
««•»»
The faithless say to the faithful, ‘Follow our way and we will bear [responsibility for] your iniquities.’ They will not bear anything of their iniquities. They are indeed liars.
««•»»

Menurut Mujahid, ayat ini diturunkan untuk mengungkapkan usaha-usaha orang Quraisy membujuk kaumnya yang telah beriman dengan mengatakan: "Kami dan kamu tidak akan dibangkitkan kembali". Karena itu ikutilah langkah-langkah kami. Andaikata kamu berdosa lantaran pekerjaan ini, kamilah yang memikul dosa itu". Oleh karena itu Allah memperingatkan orang-orang beriman bahwa orang-orang kafir itu berdusta. Sebab pada Hari Kiamat kelak, tidak ada seorangpun diperkenankan memikul dosa orang lain.

Allah menegaskan:
ولا تزر وازرة وزر أخرى وإن تدع مثقلة إلى حملها لا يحمل منه شيء ولو كان ذا قربى
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
(QS. Fatir: 18)

Dan firman Allah:
يبصرونهم يود المجرم لو يفتدي من عذاب يومئذ ببنيه
Sedang mereka saling melihat. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya.
(QS. Al Ma'arij: 11)

Keterangan tentang ini diperkuat-lagi bahagian akhir ayat ini bahwa mereka itu adalah orang-orang behong. Imam Az Zamakhsyary menafsirkan bahwa di antara mereka yang mengajak rekan-rekannya berbuat dosa itu terdapat juga orang-orang yang mengaku beragama Islam. Mereka menjanjikan untuk menanggung siksaannya sehingga orang-orang bodoh dan lemah imannya tergoda dengan bujukan dan rayuan halus itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman, "Ikutilah jalan kami) maksudnya cara mereka dalam beragama (dan nanti kami akan memikul dosa-dosa kalian") karena kalian menuruti kami jika memang kalian berdosa. Lafal Amar sekali pun sebagai kalimat Insya' akan tetapi menunjukkan makna Khabar atau kalimat berita. Maka Allah berfirman (dan mereka sendiri sedikit pun tidak sanggup memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar pendusta) dalam perkataannya itu.
««•»»
And those who disbelieve say to those who believe, ‘Follow our path, our religion, and we will bear [responsibility for] your sins’, when you follow us, should there be any [such sins] (the imperative here functions as a predicate). God, exalted be He, says: But they will not [be able to] bear anything of their sins. Truly they are liars, in [saying] this.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:12

Selasa, 07 April 2015

[029] Al Ankabuut Ayat 011

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 11

وَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنَافِقِينَ
««•»»
walaya'lamanna allaahu alladziina aamanuu walaya'lamanna almunaafiqiina
««•»»
Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman: dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.
««•»»
Allah shall surely ascertain those who have faith, and He shall surely ascertain the hypocrites.
««•»»

Allah memperingatkan sikap orang-orang yang demikian dan menegaskan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu yang tergores dalam (hati) orang tersebut. Tidak ada sedikitpun yang tersembunyi bagi Dia hal ihwal mereka. Ringkasnya orang-orang munafik tersebut telah diketahui Allah bagaimana hati mereka yang sebenarnya sekalipun mereka senantiasa menyatakan imannya.

Yang jelas Allah tidak mungkin dapat mereka tipu dengan cara demikian. Fitnah dalam bentuk cobaan dan siksaan tersebut tidak lain hanyalah untuk menyisihkan orang-orang yang beriman itu, mana yang sungguh-sungguh murni keyakinannya dan siapa pula yang berjiwa munafik (hipokrit).

Orang yang betul-betul beriman akan menaati Allah dalam keadaan bagaimanapun, waktu lapang atau sedang kesusahan. Mereka yang tabah dan saber menghadapi penderitaan itu akan memperoleh kemenangan dan pahala yang setimpal dari Allah.

Sebaliknya orang munafik, kembali akan mendurhakainya, bila sedang ditimpa cobaan itu atau kalau merasakan beban dan kewajiban yang dipikulkan kepadanya sangat memberatkan, sehingga hati mereka tidak tahan mengerjakannya.

Keterangan selanjutnya dapat dilihat pada ayat 12 surat ini, dan pada ayat:
ما كان الله ليذر المؤمنين على ما أنتم عليه حتى يميز الخبيث من الطيب وما كان الله ليطلعكم على الغيب ولكن الله يجتبي من رسله من يشاء فآمنوا بالله ورسله وإن تؤمنوا وتتقوا فلكم أجر عظيم
Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dan yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang gaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki Nya di antara Rasul-rasul Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul Nya; Dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.
(QS. Ali Imran [3]:179)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman) maksudnya mengenai hati mereka (dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik) maka kelak Dia akan membalas masing-masing golongan itu. Lam yang terdapat pada kedua Fi'il ayat ini menunjukkan makna Qasam.
««•»»
And God shall surely ascertain those who believe, in their hearts, and He shall surely ascertain the hypocrites, and He will requite each group accordingly (the lām in both verbs [la-ya‘lamanna, ‘He shall ascertain’] is for oaths).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:11

[029] Al Ankabuut Ayat 010

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 10

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِنْ جَاءَ نَصْرٌ مِنْ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ
««•»»
wamina alnnaasi man yaquulu aamannaa biallaahi fa-idzaa uudziya fii allaahi ja'ala fitnata alnnaasi ka'adzaabi allaahi wala-in jaa-a nashrun min rabbika layaquulunna innaa kunnaa ma'akum awa laysa allaahu bi-a'lama bimaa fii shuduuri al'aalamiina
««•»»
Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah {1146}. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah besertamu". Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?
{1146} Maksudnya: orang itu takut kepada penganiayaan-penganiayaan manusia terhadapnya karena imannya, seperti takutnya kepada azab Allah, karena itu ditinggalkannya imannya itu.
««•»»
Among the people there are those who say, ‘We have faith in Allah,’ but if such a one is tormented in Allah’s cause, he takes persecution by the people for Allah’s punishment. Yet if there comes any help[Or ‘victory.’] from your Lord, they will say for sure, ‘We were indeed with you.’ Does not Allah know best what is in the breasts of the creatures?
««•»»

Menurut riwayat, ayat-ayat ini diturunkan berdasarkan seseorang yang bernama lyasy Ibnu Abi Raabi'ah di mana pada mulanya ia telah masuk Islam kemudian berhijrah ke Madinah. Tapi karena keislamannya itu ia mengalami berbagai macam siksaan karena tidak tahan lagi, ia murtad kembali dan kembali menjadi musyrik.

Yang menyiksanya adalah tokoh kafir Quraisy bernama Abu Jahal dan Al Haris. Keduanya masih pamannya sendiri (adik kandung ibunya). Akhirnya lyasy tidak berapa lama ia masuk Islam lagi dan menjadi seorang Islam yang baik.

Ayat ini menerangkan tentang adanya yang mengaku beriman dengan Allah dan mengikrarkan dengan lidah tentang ke Esaan Nya. Akan tetapi bila ia difitnah yakni disiksa oleh orang musyrik yang tidak merasa senang dengannya, ia menganggap bahwa fitnah berupa cobaan dan siksaan dari orang lain itu dianggapnya sama saja dengan azab dari Tuhan di aknirat kelak. Karena itu dari pada mengalami siksaan terus menerus lebih baik kembali saja kepada agama berhala (murtad).

Sebenarnya kalau ia sungguh-sungguh beriman, tentulah ia sabar atas cobaan tersebut, dan menenteramkan hatinya dengan keimanan yang bersarang dalam dadanya itu. Namun cobaan tersebut justru memalingkan hatinya dari beriman kepada Allah, sebagaimana azab Allah memalingkan seorang mukmin dari kekafirannya. Ia menyangka siksaan dari manusia tidak dapat dihindarkan, sedang azab Allah di akhirat bisa saja dihindari.

Dalam ayat lain disebutkan lagi:
ومن الناس من يعبد الله على حرف فإن أصابه خير اطمئن به وإن أصابته فتنة انقلب على وجهه خسر الدنيا والآخرة ذلك هو الخسران المبين
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika ia memperoleh kebajikan tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana. berbaliklah ia kebelakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
(QS. Al Hajj [22]:11)

Andaikata pertolongan Allah didatangkannya kepada orang-orang mukmin yang sedang berjuang itu, golongan yang masih ragu-ragu dengan kebenaran Islam itu pura-pura menjadi sahabat yang baik dan mengatakan: "Kami selalu bersamamu sebagai saudara-saudara seagama, dan kami akan menolongmu dalam menghadapi musuh". Cuma apa yang mereka ucapkan itu tidak lain hanyalah sekadar ucapan mulut mereka saja. Sebab mereka telah berdusta dengan apa yang telah mereka dakwakan.

Keterangan ayat lain menegaskan:
الذين يتربصون بكم فإن كان لكم فتح من الله قالوا ألم نكن معكم وإن كان للكافرين نصيب قالوا نستحوذ عليكم ونمنعكم من المؤمنين فالله يحكم بينكم يوم القيامة ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا
(Yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?". Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di Hari Kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.
(QS. An Nisa [4]:141)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Di antara manusia ada orang yang berkata, "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti, -karena beriman- kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu) yakni perlakuan mereka yang menyakitkan kepada dirinya (sebagai azab Allah) yaitu ketakutannya terhadap siksaan mereka disamakan seperti takut kepada azab Allah. Sehingga akhirnya dia mau menuruti kemauan mereka, lalu ia menjadi orang yang munafik.

(Dan sungguh jika) huruf Lam pada lafal la in menunjukkan makna sumpah (datang pertolongan) kepada orang-orang Mukmin (dari Rabbmu) lalu orang-orang Mukmin memperoleh banyak ganimah (mereka pasti akan berkata) Lafal Layaqulunna dibuang daripadanya Nun alamat Rafa', karena jika dibiarkan, maka akan berturut-turutlah huruf Nun, sehingga jadilah Layaqulunna yang pada asalnya adalah Layaqulunanna, dan dibuang daripadanya Wawu Dhamir jamak bukan karena sebab bertemunya dua huruf yang disukunkan.

("Sesungguhnya kami adalah beserta kalian") dalam hal iman, karena itu maka ajaklah kami bersama-sama mendapat bagian ganimah itu. Maka Allah swt. berfirman (Bukankah Allah lebih mengetahui) yakni mengetahui (apa yang ada dalam dada semua manusia?) yakni apa yang ada di dalam hati mereka, apakah keimanan ataukah kemunafikan? Memang benar Allah lebih mengetahui.
««•»»
And among people there are those who say, ‘We believe in God’, but if such [a person] suffers hurt in God’s cause, he takes people’s persecution, that is, their harming of him, to be [the same] as God’s chastisement, in terms of his fear of it, and so he obeys them and behaves hypocritically.

Yet if (la-in: the lām is for oaths) there comes help, to believers, from your Lord, and they take spoils, they will assuredly say (la-yaqūlunna: the [final] nūn [of the indicative] has been omitted because of the other nūn coming after it, and likewise the wāw, indicating the plural person [has been replaced by a damma], because of two unvocalised consonants coming together), ‘We were indeed with you’, in faith, so give us a share of the booty.

God, exalted be He, says: Does God not know best what is in the breasts of all creatures?, [what is] in their hearts of faith or hypocrisy? Indeed [He does].

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:10

[029] Al Ankabuut Ayat 009

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 9

وَالَّذينَ آمَنوا وَعَمِلُوا الصّالِحاتِ لَنُدخِلَنَّهُم فِي الصّالِحينَ
««•»»
waalladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati lanudkhilannahum fii alshshaalihiina
««•»»
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh.
««•»»
Those who have faith and do righteous deeds, We will surely admit them among the righteous.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, benar-benar Kami masukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang saleh) maksudnya para nabi dan kekasih-kekasih Allah, umpamanya Kami akan menghimpun mereka bersama-sama dengan para nabi dan para wali.
««•»»
And those who believe and perform righteous deeds, assuredly We shall admit them among the righteous, [among] the prophets and the saints, by gathering in the company of one another [at the Resurrection].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:9

Sabtu, 21 Maret 2015

[029] Al Ankabuut Ayat 008

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 8

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
««•»»
wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi husnan wa-in jaahadaaka litusyrika bii maa laysa laka bihi 'ilmun falaa tuthi'humaa ilayya marji'ukum fa-unabbi-ukum bimaa kuntum ta'maluuna
««•»»
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
««•»»
We have enjoined man to be good to his parents. But if they urge you to ascribe to Me as partner that of which you have no knowledge, then do not obey them. To Me will be your return, whereat I will inform you concerning that which you used to do.
««•»»

Allah memerintahkan berbuat baik kepada orang tua (ibu bapak) Jalan berbuat baik itu ialah dengan memberi nafkah (belanja) kepada ayah/bapak, memelihara dan menghormati ibu dengan penuh kasih sayang, kecuali apabila keduanya mengajak kepada perbuatan syirik. Jadi batas berbuat baik itu ialah sepanjang hal-hal yang tidak menyangkut kepada perbuatan yang mengandung unsur-unsur syirik.

Adapun sebab turunnya ayat ini ialah berhubungan dengan peristiwa Saad bin Abu Waqas ketika masuk Islam sehubungan dengan ibunya. Beliau adalah salah seorang sahabat Nabi yang terdahulu masuk Islam (as sabiqunal awwalun). Ibunya bernama Hamnah binti Abu Sofyan. Sebagai seorang anak, Saad telah berbakti kepada ibunya sesuai dengan kemampuannya. Setelah Hamnah mengetahui bahwa Saad secara sembunyi-sembunyi masuk Islam, maka sang ibu sama sekali tidak rela anaknya meninggalkan agama berhala.

Ia memprotes tindakan Saad dan bersumpah: "Hai Saad, agama apa pula yang baru engkau ikuti itu? Demi Allah aku tak akan makan dan minum sampai engkau kembali kepada agama leluhurmu. Atau relakah aku mati sedang engkau menanggung malu sepanjang zaman gara-gara engkau meninggalkan agama kita? Engkau pasti dicap orang kelak sebagai pembunuh ibu kandungmu sendiri".

Benar juga Hamnah mencoba untuk tidak makan dan minum sehari semalam lamanya dengan harapan anaknya kembali murtad dari Islam. Saad tampaknya tidak menghiraukan protes dari ibunya itu. Di hari yang lain kembali Hamnah meninggalkan makan dan minum. Waktu itu Saad datang menengok ibunya: "Ibuku, andaikata engkau punya seratus nyawa, dan nyawa itu keluar dari tubuhmu satu persatu namun aku tetap tidak akan tinggalkan keyakinanku" kata Saad dengan tegas. Terserah pada ibulah, apa ibu mau makan atau tidak".

Akhirnya Hamnah berputus asa, tidak ada harapan lagi anaknya akan berbalik kepada agama berhala. Karena tak tahan ia makan dan minum seperti biasa. Peristiwa tersebut diabadikan Tuhan dengan menurunkan ayat ini. Allah membenarkan tindakan Saad, yakni tetap berbuat baik kepada orang tua, tetapi tidak boleh mengikuti kemauannya andaikata itu berbau syirik.

Dalam ayat lain disebutkan pula:
وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه وبالوالدين إحسانا إما يبلغن عندك الكبر أحدهما أو كلاهما فلا تقل لهما أف ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
(QS. Al Israa' [17]:23)

Keterangan yang hampir sama maksudnya diperoleh pula dalam ayat:
ووصينا الإنسان بوالديه إحسانا حملته أمه كرها ووضعته كرها وحمله وفصاله ثلاثون شهرا حتى إذا بلغ أشده وبلغ أربعين سنة قال رب أوزعني أن أشكر نعمتك التي أنعمت علي وعلى والدي وأن أعمل صالحا ترضاه وأصلح لي في ذريتي إني تبت إليك وإني من المسلمين
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa . "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
(QS. Al Ahkaf [46]:15)

Untuk memperoleh pengertian yang bulat dari arti yang di dapati dalam ayat di atas,

baiklah diperhatikan firman Allah dalam ayat di bawah ini:
ووصينا الإنسان بوالديه حملته أمه وهنا على وهن وفصاله في عامين أن اشكر لي ولوالديك إلي المصير وإن جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما وصاحبهما في الدنيا معروفا واتبع سبيل من أناب إلي ثم إلي مرجعكم فأنبئكم بما كنتم تعملون
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(QS. Lukman [31]:14-15)

Mengenai larangan taat kepada pemimpin yang berbuat maksiat disebutkan dalam hadis Sahih, yakni:
لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق
Tidak boleh taat kepada makhluk (manusia) yang mendurhakai Tuhan (Khaliq).
(HR. Ahmad dan Hakim)

Yang dimaksud dengan perkataan "sesuatu yang tidak engkau ketahui" dalam ayat tersebut ialah tidak adanya pengetahuan tentang soal-soal ketuhanan atau ilahiyah. Dengan kata lain tidak dibenarkan taat mengikuti seseorang, sepanjang tidak diketahui tentang soal yang diikuti itu. Oleh sebab itu kita harus membebaskan diri mencontoh sesuatu yang sudah terang kekeliruannya. Selanjutnya dikatakan sekalian manusia akan kembali kepada Allah pada Hari Kiamat, baik orang yang kafir maupun yang mukmin. Baik yang berbuat baik kepada orang tuanya maupun yang durhaka Dan atas sekalian amal yang di dunia itu Allah akan membalasinya, dan yang berbuat baik dibalas dengan kebaikan, dan yang berbuat jahat dibalas dengan kejahatan pula.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Kami perintahkan manusia berbuat kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya) artinya perintah untuk berbuat baik, antara lain berbakti kepada kedua ibu-bapak. (Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tentang hal itu kamu) yakni terhadap perbuatan musyrik itu (tidak mempunyai pengetahuan) untuk menyetujui dan menentangnya, dan hal itu tidak dapat dimengerti olehmu (maka janganlah kamu mengikuti keduanya) dalam kemusyrikannya. (Hanya kepada-Ku-lah kembali kalian lalu Aku kabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan) maka Aku akan membalasnya kepada kalian.
««•»»
And We have enjoined on man kindness to his parents, that he should be dutiful towards them; but if they urge you to ascribe to Me as partner that of which you do not have any knowledge, [any knowledge] that accords with reality, and so is meaningless, then do not obey them, in [such incitements to] idolatry. To Me will be your return whereat I will inform you of what you used to do, and I will requite you for it.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ibnu Jarir, Ibnu Abu Hatim dan Imam Darimi di dalam kitab Musnadnya semuanya telah mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Amr bin Dinar yang ia terima dari Yahya bin Ja'dah yang telah menceritakan, bahwa ada segolongan kaum Muslimin datang dengan membawa kitab-kitab yang di dalamnya tertulis sebagian dari apa yang telah mereka dengar dari orang-orang Yahudi. Maka Nabi saw. bersabda, "Cukuplah kesesatan bagi suatu kaum yang tidak menyukai apa yang didatangkan oleh nabi mereka, kemudian menyukai apa yang didatangkan oleh selainnya yang justru ditujukan kepada orang-orang selain mereka."

Maka turunlah firman-Nya,
"Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab (Alquran) sedangkan dia dibacakan kepada mereka?"
(QS. Al-Ankabut [29]:51)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:8

[029] Al Ankabuut Ayat 007

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 7

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ
««•»»
waalladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati lanukaffiranna 'anhum sayyi-aatihim walanajziyannahum ahsana alladzii kaanuu ya'maluuna
««•»»
Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.
««•»»
As for those who have faith and do righteous deeds, We will absolve them of their misdeeds and We will surely reward them by the best of what they used to do.
««•»»

Kemudian Allah menjelaskan bahwa yang beriman dengan Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang benar walaupun diuji dengan berbagai cobaan, dan ia tidak mau berbalik kepada kekafiran (murtad) ketika mengalami penderitaan dalam berhadapan dengan orang-orang musyrik, malahan dia mengerjakan segala tugas dan kewajibannya, menjauhi larangan-larangan, mempertinggi mutu keislaman menolong orang yang sedang kesusahan, membela orang teraniaya, mempertahankan dan membela negara dari serangan musuh, di mana mereka bekerja sama satu sama lain, maka mereka itu mendapat ganjaran dari Allah dengan mengampuni semua dosa dan kesalahan mereka yang telah lalu. Semuanya itu merupakan sebab bagi berlipat gandanya pahala yang diberikan Allah menjadi sepuluh kali lipat.

Allah berfirman:
من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها ومن جاء بالسيئة فلا يجزى إلا مثلها وهم لا يظلمون
Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
(QS. Ali Imran [3]:160)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka) melalui amal-amal saleh yang mereka lakukan (dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik) di-nashab-kannya lafal Ahsana karena huruf Jar-nya dibuang, makna yang dimaksud daripadanya ialah pahala yang baik (dari apa yang mereka kerjakan) yakni, dari amal-amal saleh mereka.
««•»»
And those who believe and perform righteous deeds, We will surely absolve them of their misdeeds, by their performance of righteous deeds, and We will indeed requite them with the best of what they used to do, namely, their righteous deeds (it [ahsana] is in the accusative because the operator of the oblique [bi] has been omitted).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:7