Senin, 22 Juni 2015

[029] Al Ankabuut Ayat 020



««•»»
Surah Al 'Ankabuut 20

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
««•»»
qul siiruu fii al-ardhi faunzhuruu kayfa bada-a alkhalqa tsumma allaahu yunsyi-u alnnasy-ata al-aakhirata inna allaaha 'alaa kulli syay-in qadiirun
««•»»
Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi  1148 . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.{ 1148  Maksudnya: Allah membangkitkan manusia sesudah mati kelak di akhirat
««•»»
Say, ‘Travel over the land and then observe how He has originated the creation.’ Then Allah shall bring about the genesis of the Hereafter. Indeed Allah has power over all things.
««•»»

Bilamana manusia masih belum juga memahami apa maksud ayat di atas Allah mengajukan suatu anjuran supaya mereka berjalan mengunjungi tempat-tempat lain seraya memperhatikan dan memikirkan betapa Allah menciptakan makhluk-Nya. Perhatikanlah susunan langit dan bumi, serta ribuan bintang yang gemerlapan, sebagian ada yang tetap pada posisinya, tetapi berputar pada garis orbitnya. Demikian juga di bumi, gunung-gunung dan daratan luas yang diciptakan Allah sebagai tempat hidup. Beraneka ragam tumbun-tumbuhan dan buah-buahan, sungai dan lautan yang terbentang luas. Semuanya bila direnungkan akan menyadarkan seseorang betapa Maha Kuasanya Allah Pencipta sekaliannya itu. Bila telah diperhatikan apa yang diperintahkan di atas, maka tanyailah diri sendiri, apakah patut kita tidak percaya bahwa untuk menghidupkan dan mematikan diri manusia yang lemah itu adalah suatu hal yang sangat mudah bagi-Nya? Lebih dari itu untuk membangkitkannya kembali dalam menempuh suatu kehidupan kedua (hari akhirat) juga masalah yang tidak sukar bagi Allah.

Pada ayat lain Allah menjelaskan lagi:

سنريهم آياتنا في الآفاق وفي أنفسهم حتى يتبين لهم أنه الحق أو لم يكف بربك أنه على كل شيء شهيد
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar". Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?".
(QS. Fushshilat [41]:53)

Begitu juga kita jumpai ayat yang berbunyi:
ذلكم الله ربكم خالق كل شيء لا إله إلا هو فأنى تؤفكون
Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?
(QS. Al Mu'min [40]:62)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Katakanlah, "Berjalanlah kalian di muka bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan-Nya) yakni menciptakan orang-orang yang sebelum kalian, kemudian Dia mematikan mereka (lalu Allah menjadikannya sekali lagi) dapat dibaca An Nasy-atal akhirata dan An Nasy-atal ukhra. (Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) antara lain ialah memulai dan mengulanginya.
««•»»
Say: ‘Travel in the land and observe how He originated creation, of those before you, and [how He] made them die. Then God shall bring about the other genesis (al-nashā’a, or al-nash’a). Truly God has power over all things, among them the origination [of creation] and the restoration [thereof].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:20

[029] Al Ankabuut Ayat 019

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 19

أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
««•»»
awa lam yaraw kayfa yubdi-u allaahu alkhalqa tsumma yu'iiduhu inna dzaalika 'alaa allaahi yasiirun
««•»»
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
««•»»
Have they not regarded how Allah originates the creation? Then He will bring it back. That is indeed easy for Allah.
««•»»

Sebagian ulama memandang ayat ini ditujukan kepada penduduk Mekah yang masih tidak mau beriman kepada Rasulullah. Tetapi jumhur mufassirin berpendapat bahwa ayat ini masih merupakan rangkaian dari peringatan Nabi Ibrahim as kepada kaumnya. Di sini Allah menegaskan bilamana orang-orang kafir masih tidak juga percaya kepada Allah Yang Maha Esa menurut apa yang disampaikan oleh para Rasul-Nya, maka mereka diajak untuk melihat dan memikirkan tentang proses kejadian diri mereka sendiri sejak dari permulaan sampai akhir. Allah menciptakan manusia mulai dari proses di rahim ibu selama enam atau sembilan bulan, atau lebih Kemudian setelah lahir dilengkapinya dengan pendengaran, penglihatan dan pikiran Untuk menjamin kehidupan, Allah memudahkan pula sumber-sumber rezeki yang diperolehnya guna menunjang kelestarian hidupnya. Apabila telah datang takdirnya, diwafatkan-Nyalah ia oleh malaikat yang ditugaskan untuk itu. Bagi Allah membangkitkan manusia itu adalah mudah seperti mudahnya, menciptakannya.

Allah menegaskan dalam ayat lain, yaitu
وهو الذي يبدؤ الخلق ثم يعيده وهو أهون عليه وله المثل الأعلى في السموات والأرض وهو العزيز الحكيم
Dan Dia lah yang menciptakan (manusia) dan permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi Nya. Dan bagi-Nyalah sifat Yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(QS. Ar Ruum [30]:27)

Tegasnya ayat ini memperingatkan bahwa sebenarnya manusia telah dapat memahami betapa mudahnya bagi Allah menciptakan manusia, akan tetapi kenapa justru mereka tidak mempercayai akan adanya Hari Bangkit padahal itu justru lebih mudah bagi-Nya?

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apakah mereka tidak memperhatikan) dapat dibaca Yarau dan Tarau, artinya memikirkan (bagaimana Allah menciptakan manusia dari permulaannya) lafal Yubdi-u menurut suatu qiraat dibaca Yabda-u berasal dari Bada-a, makna yang dimaksud bagaimana Allah menciptakan mereka dari permulaan (kemudian) Dia (mengulanginya kembali) maksudnya mengulangi penciptaan-Nya kembali sebagaimana permulaan Dia menciptakan mereka. (Sesungguhnya yang demikian itu) yaitu hal yang telah disebutkan mengenai penciptaan pertama dan penciptaan kedua (adalah mudah bagi Allah) dan kenapa mereka mengingkari adanya penciptaan yang kedua itu; yang dimaksud adalah hari berbangkit.
««•»»
Have they not seen (yaraw, or taraw, ‘have you not seen?’), observed, how God originates creation (yubdi’u, from [4th form] abda’a; a variant reading has yabda‘u from [1st form] bada’a, both with the same meaning: ‘He creates them originally’) then, He, restores it, namely, creation, just as He originated them? Surely that, which is mentioned of the first and the second [acts of] creation, is easy for God, so how can they deny the second one?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:19

[029] Al Ankabuut Ayat 018

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 18

وَإِنْ تُكَذِّبُوا فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
««•»»
wa-in tukadzdzibuu faqad kadzdzaba umamun min qablikum wamaa 'alaa alrrasuuli illaa albalaaghu almubiinu
««•»»
Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya."
««•»»
And if you impugn [the Apostle’s teaching], then [other] nations have impugned [likewise] before you, and the Apostle’s duty is only to communicate in clear terms.
««•»»

Setelah menjelaskan itu semua kembali Ibrahim memperingatkan kaumnya bahwa jika membenarkan apa yang telah disampaikan kepada mereka, pastilah mereka akan berbahagia, sebaliknya kepada mereka akan turun mudarat dan kesengsaraan jika mereka tetap mendustakan yang disampaikan itu, dan tidak menimbulkan kerugian sedikitpun kepada Ibrahim sendiri. Itulah suatu kewajaran, sebab orang-orang sebelum mereka juga banyak yang mendustakan para Rasul utusan Tuhan itu Ingatlah yang telah dialami umat Nabi Nuh umat Nabi Hud dan Nabi Saleh, semua mereka telah disiksa Tuhan akibat kedurhakaan mereka dan Allah telah menyelamatkan orang-orang yang beriman beserta para Rasul itu semua.

Akhirnya ayat ini diakhiri dengan penegasan tugas dan misi Rasul tersebut, yakni menyampaikan kebenaran yang nyata kepada umat manusia. Andaikata mereka itu mau membenarkannya, maka itupun tidak membawa akibat apa-apa kepada diri Rasul itu sendiri. Tidaklah perlu diragui lagi kebenaran dan kejujuran mereka. Tidaklah ada wewenang yang diberikan Allah kepada setiap Rasul itu untuk memaksa manusia mempercayainya. Sebab apakah mereka mau membenarkannya atau tetap mendustakannya, adalah di luar tanggung jawabnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan jika kalian mendustakan) aku, hai penduduk Mekah (maka umat sebelum kalian juga telah mendustakan) umat-umat sebelumku. (Dan kewajiban Rasul itu tidak lain hanyalah menyampaikan agama Allah dengan seterang-terangnya") dengan penyampaian yang sejelas-jelasnya. Pada kedua kisah ini terkandung makna yang dapat menghibur hati Nabi saw. dan Allah berfirman kepada kaumnya,
««•»»
But if you deny, that is, if you deny me, O people of Mecca, then [many] communities have denied before you, that is, before my time; and the messenger’s duty is only to communicate [the Message] clearly’. Both stories are meant to comfort the Prophet (s). And regarding his people, God, exalted be He, says:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:18

[029] Al Ankabuut Ayat 017

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 17

إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
««•»»
innamaa ta'buduuna min duuni allaahi awtsaanan watakhluquuna ifkan inna alladziina ta'buduuna min duuni allaahi laa yamlikuuna lakum rizqan faibtaghuu 'inda allaahi alrrizqa wau'buduuhu wausykuruu lahu ilayhi turja'uuna
««•»»
Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta {1147}. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.
{1147} Maksudnya: mereka menyatakan bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafaat kepada mereka disisi Allah dan ini adalah dusta.
««•»»
In fact, instead of Allah you worship idols, and you invent a lie. Indeed those whom you worship besides Allah have no control over your provision. So seek all [your] provision from Allah, and worship Him and thank Him, and to Him you shall be brought back.’{1].
{1] The narrative of Abraham is resumed in verse 24 below.
««•»»

Allah telah menegaskan bahwa sesembahan selain Allah itu sudah jelas merupakan hasil ciptaan tangan manusia itu sendiri. tetapi mereka berdusta dengan menganggapnya itulah tuhan yang sebenarnya. Lebih dari itu hasil ciptaan mereka yang berbentuk patung dan berhala itu menurut kepercayaan mereka sanggup memberi manfaat (keuntungan) kepada mereka. Kemudian Ibrahim as mencela dan mengecam mereka bahwa patung-patung itu sedikitpun tidak sanggup memberi rezeki kepada mereka. Sebab rezeki itu adalah wewenang mutlak yang hanya dimiliki oleh Allah saja. Karena itu dianjurkan kepada mereka supaya memohon rezeki dan penghasilan itu hanya kepada Allah saja, dan mensyukuri-Nya jika yang diminta itu telah diperkenankan-Nya. Allah sajalah yang mendatangkan rezeki bagi manusia serta memberi nikmat para hamba Nya. Sesudah itu kepada Nyalah manusia akan dikembalikan, di mana manusia dianjurkan untuk mencari keridaan Nya dengan jalan mendekatkan diri kepada-Nya.

Ayat ini ditutup dengan lafal "kepada-Nyalah kamu dikembalikan" artinya bersiap-siaplah kamu menemui Tuhan itu dengan beribadah dan bersyukur. Kepadamu akan dimintai pertanggung jawaban atas segala amal perbuatanmu itu. Juga tentang nikmat yang kamu terima, serta rezeki yang kamu makan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah itu) (adalah berhala-berhala, dan kalian membuat dusta) kalian mengatakan kebohongan, bahwa berhala-berhala itu adalah sekutu-sekutu Allah. (Sesungguhnya yang kalian. sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepada kalian) maksudnya mereka tidak akan mampu memberi rezeki kepada kalian (maka mintalah rezeki di sisi Allah) yakni mintalah rezeki itu kepada-Nya (dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan).
««•»»
What you worship besides God, that is, other than Him, are only graven images and you fabricate a calumny, you speak lies [such as]: ‘[These] graven images are God’s partners’. Truly those whom you worship besides God have no power to provide for you. So seek your provision from God, request it from Him, and worship Him, and be thankful to Him; to Him you shall be returned.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:17

Selasa, 19 Mei 2015

[029] Al Ankabuut Ayat 016

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 16

وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
««•»»
wa-ibraahiima idz qaala liqawmihi u'buduu allaaha waittaquuhu dzaalikum khayrun lakum in kuntum ta'lamuuna
««•»»
Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: "Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
««•»»
And Abraham, when he said to his people, ‘Worship Allah and be wary of Him. That is better for you, should you know.
««•»»

Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menceritakan kepada umatnya kisah Nabi Ibrahim as. Setelah Ibrahim as dewasa, dan sempurna pertumbuhan akalnya, sanggup untuk berpikir dan menganalisa sesuatu dengan obyektif, dan telah memungkinkan untuk mencapai derajat kenabian yang sempurna, maka mulailah ia mencurahkan perhatiannya menyeru manusia menerima kebenaran yang dibawanya. Ia mengajak mereka untuk meng Esakan Allah dalam ibadah dan membersihkan diri dari segala bentuk kemusyrikan. Ikhlas dalam mengabdi kepada Allah baik waktu sendirian ataupun di hadapan orang banyak. Menjauhkan murka Tuhan dengan melaksanakan segala tugas dan kewajiban yang diperintahkan-Nya, serta menjauhkan segala larangan-Nya.

Semuanya itu merupakan perintah Tuhan yang harus disampaikan oleh Ibrahim as kepada kaumnya. Semua yang disampaikan itu adalah yang terbaik andaikata mereka mempunyai sedikit ilmu pengetahuan. Dengan ilmu itu dapat mereka bedakan antara yang baik dan yang buruk. Dan bagaimana mencari atau memperoleh kemanfaatan sebanyak-banyaknya untuk dunia dan akhirat. Kemudian Ibrahim as menunjukkan kepada mereka tentang kesengsaraan yang menimpa orang yang mencari tuhan selain Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan) ingatlah (Ibrahim ketika ia berkata kepada kaumnya, "Sembahlah Allah dan bertakwalah kalian kepada-Nya!) takutlah kalian akan azab dan hukuman-Nya. (Demikian itu lebih baik bagi kalian) daripada apa yang sekarang kalian kerjakan yaitu menyembah berhala (jika kalian mengetahui) mana yang baik dan mana yang tidak baik.
««•»»
And, mention, Abraham, when he said to his people, ‘Worship God and fear Him, fear His punishment; that is better for you, than the worship of idols which you practice, if you only knew, what is good from what is otherwise.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:16

Rabu, 13 Mei 2015

[029] Al Ankabuut Ayat 015

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 15

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَصْحَابَ السَّفِينَةِ وَجَعَلْنَاهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ
««•»»
fa-anjaynaahu wa-ash-haaba alssafiinati waja'alnaahaa aayatan lil'aalamiina
««•»»
Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia.
««•»»
Then We delivered him and the occupants of the Ark, and made it a sign for all the nations.
««•»»

Allah menyelamatkan Nuh dan para pengikutnya, dengan sebuah perahu yang telah dibuatnya.' Adanya bahtera Nabi Nuh menjadi contoh dan pengajaran bagi orang sesudahnya, karena ia terdampar masih dalam keadaan utuh di sebuah bukit yang bernama "Bukit Judi". Perahu Nabi Nuh masih dapat disaksikan oleh orang yang berkunjung ke sana dalam keadaan utuh ini menyadarkan orang kepada nikmat Allah yang diturunkan-Nya kepada orang beriman dengan selamat mereka dari bahaya banjir.

Hal demikian dinyatakan dalam ayat lain yang berbunyi:
إنا لما طغا الماء حملناكم في الجارية لنجعلها لكم تذكرة وتعيها أذن واعية
Sesungguhnya Kami tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera. Agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar".
(QS. Al Haqqah [69]:11-12)

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas ialah bahwa para Rasul sesudah Nuh as tidaklah perlu merasa sedih karena keingkaran kaumnya menerima kebenaran wahyu yang dibawanya. Begitu pula siksaan dan halangan-halangan dari kaum kafir dan musyrik yang tidak senang kepada Islam, merupakan peringatan bagi orang yang beriman, bahwa sekalipun mereka (orang musyrik itu) menyiksa dan menyakiti beberapa Iamanya, namun pada akhirnya semuanya akan kembali juga kepada Tuhan. Mereka kembali dengan menemui malapetaka dan kesengsaraan dalam neraka yang bernyala-nyala, sedang orang beriman dan sabar dalam menghadapi penderitaan itu kembali ke tempat yang mulia dengan penuh pertolongan daripada-Nya.

Demikianlah ibarat dari kisah Nabi Nuh. Orang kafir yang selama ini menyakiti Nuh dan kaumnya pada akhirnya ditenggelamkan Tuhan dengan banjir, tetapi orang beriman bersama Nuh selamat, berlayar di atas bahtera. Kesabaran Nuh berdakwah dalam masa yang lama itu hendaknya dijadikan pelajaran bagi setiap juru dakwah, malah seharusnya kitalah yang lebih besar memiliki rasa kesabaran dari Nuh, sebab umur dan usia kita berdakwah tidaklah sepanjang usia Nabi Nuh.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka Kami selamatkan dia) Nabi Nuh (dan penumpang-penumpang bahtera itu) yang bersama Nabi Nuh di dalam bahtera (dan Kami jadikan peristiwa itu tanda) pelajaran (bagi semua umat manusia) yang datang sesudah mereka, jika mereka berbuat durhaka kepada Rasul-rasul mereka. Setelah peristiwa banjir besar itu Nabi Nuh hidup selama enam puluh tahun atau lebih, sehingga jumlah manusia menjadi banyak.
««•»»
Then We delivered him, namely, Noah, and the occupants of the ship, those who were with him in it, and We made this a sign, a lesson, for all peoples, for [all] peoples that would come after them, should they disobey the messengers sent to them. Noah lived for a further sixty years or more after the Flood, until mankind multiplied [again].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:15

[029] Al Ankabuut Ayat 014

««•»»
Surah Al 'Ankabuut 14

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
««•»»
walaqad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihi falabitsa fiihim alfa sanatin illaa khamsiina 'aaman fa-akhadzahumu alththhuufaanu wahum zhaalimuuna
««•»»
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
««•»»
Certainly We sent Noah to his people, and he remained with them for a thousand-less-fifty years. Then the flood overtook them while they were wrongdoers.
««•»»

Kisah para Nabi itu dimulai dengan menceritakan riwayat perjuangan Nabi Nuh as. Beliau adalah bapak para Nabi. Ia berdakwah menyeru kaumnya supaya beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan mempercayai kerasulannya selama sembilan ratus lima puluh tahun. Namun tidak bosan-bosannya mengajak mereka, baik siang maupun malam. Kadang-kadang dengan suara yang lemah lembut, tetapi sering juga dengan suara keras menyampaikan ancaman Allah terhadap kekafiran mereka. Akan tetapi usaha beliau tidak kunjung berhasil. Hanya segelintir saja di antara mereka yang mau beriman kepada Nuh. Selebihnya menolak dan mendustakan beliau. Karena itu Allah menyiksa mereka. Dikirimlah siksaan yang disebut "Taufan Nabi Nuh", yakni berupa banjir yang menenggelamkan mereka semua. Tidak seorangpun yang selamat dari siksaan Allah itu kecuali orang yang beriman yang ikut dalam bahtera Nuh.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya) sewaktu Nabi Nuh diangkat menjadi Rasul ia berumur empat puluh tahun atau lebih dari itu (maka ia tinggal di antara mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun) seraya menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah, tetapi mereka yakni kaumnya, tetap mendustakannya. (Maka mereka ditimpa banjir besar) yaitu, air bah yang sangat tinggi sehingga tenggelamlah mereka semuanya (dan mereka adalah orang-orang yang zalim) maksudnya adalah orang-orang yang menyekutukan Allah.
««•»»
And verily We sent Noah to his people, when he was forty years of age or older, and he remained among them a thousand-less-fifty years, calling them to affirm God’s Oneness, but they denied him; so the Flood engulfed them, a deluge of water drifted against them, rising above them and drowning them, for they were wrongdoers, idolaters.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of69
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=29&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#29:14